Taman vertikal pada dasarnya sama dengan landscape, hanya saja tata cara penanamannya berbeda. Umumnya tanaman ditanam di atas tanah langsung atau pot dengan posisi akar di bawah, berbeda dengan vertikal.
Tanaman dibuat tegak lurus, tampilannya menyamping layaknya dinding. Cukup menarik sebab tidak sejajar dengan gravitasi. Ide ini muncul pertama kali oleh ahli botani, Patrick Blanc, yang melakukan penanaman di tebing-tebing.
Ide tersebut kemudian diadaptasi dan diaplikasikan pada tatanan kota. Diperlukan peralatan khusus hardscape seperti besi penyangga, rangka, batu-batuan untuk membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik meski tidak mengikuti gaya gravitasi.
Semua jenis tanaman darat dapat dibuat dengan tatanan seperti ini. Maka dalam pembuatannya disarankan memanfaatkan tanaman sekitar yang mudah ditemui. Sehingga jika sulit ditumbuhkan atau mati bisa langsung diganti lainnya.
Fungsi Utama Taman Vertikal di Kota Semarang
Konsep taman vertikal sangat cocok diaplikasikan di Kota besar seperti Semarang. Tidak asing lagi bahwa Semarang menjadi salah satu kota dengan suhu udara tinggi di Indonesia. Karena tingkat keramaiannya itu.
Banyaknya industri, padatnya pemukiman, jumlah mobilitas kendaraan menjadi penyebabnya. Suasana siang hari di pusat kota semakin panas karena minimnya vegetasi. Sedangkan ketersediaan lahan untuk tanaman semakin sempit karena kepadatan itu.
Kondisi seperti ini umum terjadi di perkotaan maka solusinya adalah dibuat konsep taman vertikal. Itu karena melihat dari segi fungsinya, konsep seperti ini sangat cocok sekali. Berikut fungsi taman vertikal:
Jasa Tukang Taman Semarang Garden Center
Taman Vertikal Menghemat Lahan
Pemanfaatan lahan untuk penanaman tanaman kota semakin sulit diterapkan. Pembangunan modern lebih diutamakan guna mempermudah mobilitas serta aktivitas masyarakat. Sedangkan kebutuhan vegetasi sangat tinggi dan penting untuk menetralisir suhu udara.
Tumbuhan apa saja terutama yang berwarna hijau memiliki fungsi sebagai penyedia oksigen ke udara. Bahkan beberapa jenis di antaranya dapat menyaring udara kotor dan polutan dari asap kendaraan bermotor/ industri.
Hasil dari metabolisme tumbuhan hijau adalah udara bersih dengan kadar oksigen tinggi. Ini sangat penting untuk daerah kota. Menetralisir polusi udara yang kian hari mengalami peningkatan secara drastis karena keramaiannya.
Taman vertikal membantu memasok udara bersih ke sekitar dengan cara yang lebih ideal dan tepat. Tidak memakan lahan, dibangun menjulang ke atas di mana pot atau media masing-masing tanaman dapat ditumpuk.
Penanaman ke arah atas, bisa mencapai tinggi sesuai yang diinginkan tanpa menyita tempat. Dapat dibuat di sisi jalan utama, area pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, pabrik, dan tempat aktivitas publik lainnya.
Baca : Fungsionalitas Taman Tropis di Semarang dan Dengan Kota Lain
Menambah Estetika sebuah Taman
Fungsi kedua adalah dari segi estetik. Menambah keragaman pemandangan di tengah perkotaan. Bentuknya yang menjulang tinggi seperti dinding dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai pola sehingga enak dipandang mata dan menyejukkan.
Penanaman cara mendatar mungkin kurang menarik karena sudah biasa. Orang jarang menikmati penataan tanaman dengan cara biasa, berbeda dengan bentuk vertikal. Langsung dapat dilihat jenis tanaman apa saja di dalamnya.
Anda tentu tidak asing dengan dinding yang tertutup oleh aneka tanaman. Membentuk seperti pola, tampak lebih jelas saat mulai muncul bunga. Dinding berupa bunga dan tumbuhan hijau lebih sejuk bukan?
Lihat : Keunikan Taman Mediterania di Semarang yang Membuatnya Indah
Di Jakarta atau kota besar lainnya dinding berisi tanaman hijau maupun bunga sering dijadikan sebagai latar foto. Anda mungkin tidak asing melihat postingan media sosial dengan latar belakang dinding berupa bunga.
Bahkan konsep taman vertikal mulai banyak berkembang di berbagai kota. Tujuannya untuk menarik perhatian sekaligus menonjolkan keindahan tempat sekitar. Atau sebagai penegas tanaman khas seperti yang sempat hits di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Jadi seperti itulah fungsi taman vertikal yang diaplikasikan di Semarang. Karena menggunakan konsep seperti inilah membuat tatanan taman di Semarang menjadi berbeda dengan kota yang lain, sehingga lebih unik dilihat.

