Taman mediterania memiliki konsep unik, cocok diterapkan di mana saja termasuk kota besar seperti Semarang. Mengusung tema timur tengah yang identik dengan vegetasi tahan terhadap kondisi minim air serta terik matahari.
Tanaman yang umum digunakan pada konsep ini adalah palm, kurma, pakis, kaktus dan sejenisnya. Alas sebagai penutup media lebih banyak menggunakan bebatuan kecil atau pasir berwarna cerah seperti kuning/ krem.
Elemen lain yang turut membangun konsep mediterania adalah batuan berukuran sedang. Pada beberapa modifikasi dibuat footstrap atau pijakan untuk menunjukkan jalan. Sedikit menggunakan tanaman berbunga agar kesannya lebih indah dilihat.
Sering diterapkan pada kota besar seperti Semarang karena sesuai dengan kondisi lingkungan yang panas. Menghemat perawatan karena tidak memerlukan banyak air. Namun memberikan sirkulasi udara lebih baik hasil dari fotosintesis.
Fungsi Taman Mediterania di Semarang
Kota padat penduduk seperti Semarang memerlukan lebih banyak penghijauan. Berbeda dengan kota lain yang masih asri karena tidak banyak industri dan mobilitas masyarakat. Konsep mediterania cocok diaplikasikan untuk kota ini.
Mengingat suhu Kota Semarang yang relatif tinggi. Sehingga diperlukan sebuah konsep taman khusus yang dapat meminimalisir polusi udara tanpa harus bingung dengan persoalan perawatan tamannya. Karena konsep ini anti ribet.
Setiap elemen dalam konsep sebuah taman memiliki fungsi tersendiri. Seperti pasir mempercepat penyerapan air ke dalam tanah, vegetasi besar sebagai naungan, tumbuhan kecil menyimpan air. Jadi masing-masing ada banyak fungsinya.
Secara keseluruhan elemen taman mediterania di Semarang tersebut memiliki fungsi 2 fungsi utama yang berbeda dengan kota lain. Berikut ini adalah fungsi dari taman mediterania yang diterapkan di kota Semarang.
Jasa Tukang Taman Semarang Garden Center
Fungsi Ekologis dari Taman Mediterania
Memperbaiki kondisi lingkungan menjadi lebih sehat dari sebelumnya, terutama di area kota besar dengan banyaknya polusi dan peningkatan suhu udara. Taman berperan sebagai pabrik oksigen dan menyerap polutan dari sekitar.
Udara sekitar menjadi sejuk karena proses metabolisme yang dilakukan. Naungan dari vegetasi besar seperti palm atau pakis membantu menurunkan suhu udara sekitar. Melindungi vegetasi kecil di bawahnya yang rawan rusak.
Vegetasi besar memiliki manfaat orohidrologi, atau penyimpan air. Kota besar seperti Semarang sering mengalami masalah air bersih karena eksploitasi air tanah untuk berbagai kebutuhan hidup manusia. Taman mediterania membantu menyediakannya.
Menjadi sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan. Secara tidak langsung penanaman tanaman membantu perkembangbiakan. Sebab taman terutama yang ada di pusat kota mendapatkan perawatan memadai. Sehingga membantu keberlangsungan hidup flora langka.
Tidak jarang keberadaan taman di tengah kota menjadi tempat hewan sekitar untuk berteduh misalnya burung, serangga, mungkin juga mamalia kecil seperti kucing. Dengan kata lain membantu keberlangsungan dan keseimbangan ekosistem.
Baca : Fungsionalitas Taman Jepang di Semarang Dan Dengan Kota Lain
Fungsi Sosial dari Taman Mediterania
Selain dari segi ekologis, keberadaan taman di kota Semarang menjadi sarana untuk membentuk kehidupan sosial yang seimbang. Menjadi tempat bersantai bersama keluarga, bertemu teman lama, mengenal orang baru, saling komunikasi.
Serta mereka juga saling berinteraksi sesama masyarakat. Setiap orang memiliki kebutuhan untuk relaksasi di tengah penatnya aktivitas sehari-hari. Adanya ruang terbuka hijau di tengah kota menjadi sarana ideal untuk relaksasi.
Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk olahraga, rekreasi, bermain, mungkin juga belajar bagi anak-anak. Konsep mediterania cukup unik, bisa dijadikan sebagai ikon sebuah daerah. Membantu meningkatkan popularitas suatu kota dengan potensi lainnya.
Lihat : Taman Modern Semarang untuk Memenuhi Fungsi Pendidikan
Hadirnya konsep yang seperti ini mampu menarik wisatawan domestik berkunjung ke Semarang. Sehingga secara tidak langsung hal ini mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Karena banyak wisatawan betah dengan kotanya.
Taman mediterania di wilayah lain seperti Jakarta, Surabaya identik dengan pusat perbelanjaan atau hotel. Fungsinya lebih beragam, tidak sekedar secara sosial masyarakat namun sudah dialihkan sebagai bisnis penarik perhatian pengunjung.

